Begitulah, Hanya Ramblings

Mungkin ini salah satu dari sedikit post dalam Bahasa Indonesia yang bisa ditemukan di blog ini. Karena biasanya saya tidak pede menulis dalam Bahasa Indonesia untuk konteks di luar chatting di media sosial. Tapi beberapa hari ini banyak postingan di medsos tentang Indonesia dan banyak juga yang bernada pesimis. Saya jadi ikutan ingin menuangkan sedikit pendapat dan pemikiran. Mungkin akan kelihatan tidak sistematis, tapi saya merasa bahwa khusus post ini haruslah dituliskan dalam Bahasa Indonesia, karena saya juga orang Indonesia.

Beberapa hari ini, banyak yang posting tentang kasus Pak Ahok di Jakarta. Banyak yang menyayangkan dan kecewa akan hasil putusan Bapak Hakim atas kasus Pak Ahok yang dituduh menistakan agama. Banyak yang mendukung putusan hakim, banyak yang menentang juga. Pro kontra itu selalu ada. Tentang hal ini, walaupun saya bukan warga Jakarta, tidak pernah kenal secara pribadi dengan Pak Ahok, tidak pernah bertemu, bahkan lihat beritanya di TV saja jarang, dan saya juga bukan pengamat politik atau bahkan tertarik dan mengikuti betul perkembangan dunia politik Indonesia, tapi saya juga tahu barang sedikit tentang kinerja Pak Ahok. Beliau terkenal sebagai pahlawan rakyat yang bekerja dengan giat untuk membela yang benar dan menghukum yang salah, bak superhero di film-film yang sering muncul di TV atau bioskop (at least yang saya tahu demikian). Melihat beliau yang sudah berkontribusi begitu banyak untuk Indonesia ini dijebloskan ke penjara karena salah ucap, saya juga kecewa dan terlebih khawatir untuk masa depan Indonesia.

Menurut saya perkara ini juga bukan hanya sebatas tentang seorang Ahok. Oke jika memang Pak Ahok dianggap salah bicara pada pidatonya, beliau toh juga sudah meminta maaf kepada semua yang merasa tersakiti, tapi apakah ada niatan dalam ucapannya itu untuk dengan sengaja menghina agama lain? Saya rasa tidak. Dan saya bingung juga kenapa ketika gereja-gereja dibakar, agama yang katanya minoritas ini dihina oleh yang mayoritas, tapi pelakunya tidak pernah diulas dan disidangkan dengan seheboh ini sebelumnya? Apakah karena kasus Ahok ini dilakukan oleh seorang yang berasal dari kaum minoritas kepada yang mayoritas makanya jadi begitu besar masalahnya? Tapi bukankah Indonesia itu memang terdiri dari berbagai macam-macam orang dengan segala perbedaannya? Dan agama pun yang diakui oleh negara juga ada beberapa tidak hanya satu. Lalu, apakah masih perlu diperdebatkan siapa minoritas dan siapa mayoritas? Apa hanya karena jumlah yang banyak jadi punya semacam hak khusus untuk mengintimidasi yang sedikit? Memang itu kah yang diajarkan di pelajaran PPKN sejak SD? Dengan berbagai pertanyaan-pertanyaan ini, saya juga jadi berpikir tentang makna peristiwa ini yang lebih dalam dan lebih jauh dari sekedar Ahok. Bagaimanakah nasib kaum yang disebut minoritas ini nantinya? Apalagi yang double minority seperti Pak Ahok.

Tapi yang sudah terjadi ya sudah terjadi. Yang jelas, setahu saya proses belum berhenti, karena kabarnya Pak Ahok akan ajukan banding. Pastinya, saya berharap supaya bisa ada hasil yang berbeda dan lebih baik untuk ke depannya. Belakangan saya juga beberapa kali mengucapkan kekaguman saya terhadap sosok beliau yang walaupun diserang kanan kiri depan belakang, tapi tetap tegar berdiri dan melakukan yang baik. Itu tidak gampang. Saya tidak habis pikir, jika saya di posisi beliau mungkin sudah saya tinggalkan semua ini dan kabur karena tidak tahan oleh semua serangan orang-orang itu. Jadi, walaupun saya bukan warga Jakarta, tidak pernah merasakan kepemimpinan beliau, tapi saya juga turut mengikuti perkembangan perjalanan beliau ini walaupun secara on/off. Dan saya juga ikut kaget dengan hasil yang disampaikan kemarin.

Intinya, saya kecewa? Ya. Saya kaget? Ya. Saya sedikit kehilangan harapan untuk masa depan bangsa? Ya, sedikit. Khawatir akan masa depan kita semua? Ya. Khawatir akan ada perpecahan atas dasar SARA? Ya. Takut akan ada terjadi Mei 1998 lagi? Jelas iya, karena dengan adanya kasus ini saya seakan baru tersadar bahwa Indonesia dengan semua perbedaannya ini ternyata belum siap menerima perbedaan. Saya kria selama ini kita sudah mulai membaik, sudah belajar dari kesalahan masa lalu, dan sudah maju ke depan. Ternyata tidak. Masih banyak diskriminasi yang mungkin tidak saya rasakan langsung, tapi terjadi. Apa jadinya bangsa dan negara kita ini nantinya saya juga tidak tahu dan hanya bisa berharap bahwa Indonesia akan maju ke depan bukannya malah mundur ke belakang. Dan semoga semua orang di Indonesia bisa menerima perbedaan yang ada karena kenyataannya Indonesia ini bangsa yang berbeda-beda tapi tetap satu jua, kan? Dan seharusnya tidak perlu dilihat perbedaannya untuk saling menjatuhkan, tapi semoga bisa dilihat kesamaan yang kita miliki satu sama lain. Slaah satu contoh paling mudah, lihat saja KTP kita masing-masing, tertulis sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) kan?

P.S.: Tulisan ini purely hanya untuk ramblings, so no hateful comment(s) please. My heart can’t stand reading hateful comments. Peace! 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s